cara investasi emas agar untung

Cara Investasi Emas agar Untung

JuraganSEO Emas – Bagaimana Cara Investasi Emas agar Untung? Diantara banyak instrumen investasi, emas merupakan instrumen yang banyak dilirik oleh para investor pemula. Selain harga yang cenderung stabil, investasi emas tidak memerlukan biaya yang terlalu besar seperti investasi property, Reksadana, saham dan lainnya. Kamu bisa mulai investasi emas mulai dari 0,5 gram. Maka bagaimana cara investasi emas agar untung maksimal?

Ketahui 4 Biaya dalam Investasi Emas

Waktu telah membuktikan bahwa emas adalah salah satu instrumen investasi yang paling populer. Ini karena emas dianggap aman dan berisiko rendah.

Tidak diragukan lagi investor ingin menghasilkan uang dengan berinvestasi emas. Tapi tahukah Kamu bahwa ada biaya “tersembunyi” yang perlu dipertimbangkan saat berinvestasi emas?

Jadi sebelum berinvestasi emas, ada baiknya Kamu membiasakan diri terlebih dahulu dengan seluk beluk berinvestasi emas. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghindari kehilangan uang dengan tidak memperhitungkan biaya tambahan lainnya saat berinvestasi emas.

Berikut adalah beberapa biaya yang perlu dipertimbangkan saat berinvestasi emas :

1. Penurunan harga karena rusak

Emas dapat teroksidasi dan berubah warna jika tidak dirawat dengan baik. Hal ini tentu saja menyebabkan harga emas turun. Kemudian disertai dengan sertifikat LBMA (London Bullion Market Association) khusus penjualan emas di Butik Emas LM Antam yang menjamin kualitas dan kemurnian emas.

Dilengkapi dengan teknologi CertiEye untuk meningkatkan keamanan produk dengan sertifikat yang dilampirkan pada kemasan (dari pecahan 0,5 gram hingga 100 gram). Jadi jika ingin menjual emas, yang penting kemasannya dalam kondisi baik. Jika kemasan rusak atau hilang, harga jual kembali (buyback) dapat didiskon sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

2. Zakat

Bagi seorang muslim, emas merupakan salah satu harta yang wajib dikeluarkan sebagai zakat. Zakat emas wajib dibayarkan apabila seseorang memiliki emas yang mencapai batas minimal 85 gram. Tarif zakat yang harus dibayar adalah 2,5 persen dari emas yang dimiliki atau disimpan selama setahun.

Trending:  Apa Itu Breakout Forex Istilah Dalam Trading Forex

3. Biaya spread tinggi

Perlu diketahui investor bahwa ada dua jenis harga saat membeli emas batangan, yaitu harga beli dan harga beli kembali. Harga beli adalah harga di mana Kamu membeli emas di mana Kamu membeli emas.

Di sisi lain, harga pembelian kembali adalah harga pembelian pada titik di mana Kamu membeli emas jika Kamu menjual kembali emas itu kepada mereka, atau dengan kata lain, harga jual kembali oleh pembeli.

Misalnya, harga eceran emas batangan 1 gram Antam di Butik Emas LM PT Antam pada Sabtu (31/7/2021) dipatok Rp 948.000 per gram. Sementara harga repurchase ditetapkan Rp 843.000 per gram.

Artinya, jika Kamu membeli 1 gram emas seharga Rp 948.000 dan kemudian, karena alasan apa pun, memutuskan untuk menjualnya kembali hari itu, Kamu akan kehilangan Rp 105.000

Oleh karena itu, dengan spread yang begitu tinggi, tentu saja emas batangan hanya cocok untuk investasi jangka panjang. Dalam jangka panjang, nilai emas harus terus meningkat sehingga dapat menutupi selisih harga dan menghasilkan keuntungan.

4. Biaya penyimpanan

Poin penting lainnya yang perlu diingat saat berinvestasi emas adalah area penyimpanan. Menyimpan emas tidak boleh sembarangan karena ada risiko hilang atau dicuri. Untuk menghindari risiko ini, Kamu bisa menyimpannya di brankas di rumah.

Oleh karena itu, membeli brankas disertai dengan biaya tambahan saat berinvestasi emas. Atau, Kamu dapat menyimpannya dengan memasukkannya ke dalam brankas. Kamu dapat menyewa tempat alternatif untuk menyimpan emas dengan bank. Ada juga biaya untuk menyimpan emas di loker.

 

Hindari Tiga Risiko yang Sering Terjadi dalam Investasi Emas

Lalu bagaimana dengan risiko berinvestasi emas yang dikenal aman? Berinvestasi emas tetap mengandung risiko, namun tentunya risiko berinvestasi emas berbeda dengan risiko yang Anda hadapi dalam investasi saham atau investasi lainnya.

Trending:  6 Jenis Investasi Property yang Sangat Menguntungkan

Jadi, apa saja risiko dalam investasi emas?

Berikut beberapa jenis risiko yang umum terjadi saat berinvestasi emas:

Emas palsu

Ini adalah risiko yang harus dihindari dengan segala cara karena pada dasarnya kita tidak mengerti dan tidak mengenali kandungan emas yang kita miliki, baik dari segi berat ataupun kadarnya dengan sangat baik.

Untuk menghindari kemungkinan emas palsu, sangat penting untuk membeli emas dari penjual yang terpercaya. Anda dapat membeli barang-barang logam ini dari penjual bersertifikat seperti PT Aneka Tambang atau Antam. Perusahaan ini juga dikenal memiliki sertifikat yang diakui secara internasional.

Investasi bodong

Ini mungkin terdengar seperti cerita klasik dan sudah banyak diungkap oleh aparat penegak hukum, tapi selalu saja ada orang yang tertipu oleh investasi bodong. Berinvestasi emas dengan iming-iming sejumlah keuntungan yang sangat besar harus dicurigai dan dihindari karena kemungkinan besar adalah penipuan.

Hilang

Kehilangan tentunya merupakan salah satu resiko terbesar dalam memiliki emas, terutama dalam bentuk perhiasan yang digunakan oleh pemiliknya, dimana hal tersebut tentunya akan menimbulkan sejumlah kerugian yang cukup besar.

Untuk menghadapi risiko seperti kehilangan, pencurian, dan kerusakan barang emas, Anda perlu menyiapkan tempat penyimpanan khusus. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada berbagai lokasi penyimpanan yang dapat digunakan sebagai alternatif, baik itu di rumah, di bank maupun di pegadaian. Anda dapat membeli brankas khusus untuk menyimpan logam jenis ini di rumah Anda.

Jika kepemilikan emas Anda cukup besar, brankas mungkin menjadi pilihan terbaik untuk membantu Anda mengatasi risiko investasi. Selain itu, brankas juga memiliki sistem keamanan yang cukup baik. Jika Anda masih ragu untuk menyimpannya di brankas rumah, Anda juga bisa menyewa jasa penitipan di bank atau pegadaian.

Trending:  Panduan Bisnis Daur Ulang Sampah Plastik