investasi dana pensiun

Dana Pensiun, Kenali dan Persiapkan Dari Sekarang!

JuraganSEO Investasi – Menikmati hari tua dengan bersantai dan berlibur bersama pasangan tentunya menjadi dambaan setiap orang. Siapa yang ingin bekerja sepanjang hidup mereka? Tapi itu juga membutuhkan banyak persiapan dan usaha. Salah satunya dengan mempersiapkan dana pensiun.

Jika Kamu  seorang pegawai negeri sipil (PNS), Kamu  bisa bernapas lega karena negara menjamin Kamu  akan bertahan sampai dana pensiun Kamu, tapi bagaimana jika Kamu  bekerja di swasta?

Persiapkan Dana Pensiun Kamu Mulai Sekarang!

Bagi Kamu  yang masih produktif dalam aktivitas kekuatan dan stabilitas keuangan Kamu , rencana untuk membangun rencana pensiun mungkin belum tertanam kuat di benak Kamu . Namun, demi menjaga stabilitas keuangan di masa depan, perlu Kamu  ketahui bahwa merencanakan rencana pensiun merupakan langkah yang baik untuk dilakukan sejak dini. Seperti namanya, dana pensiun adalah sumber uang yang Kamu  miliki saat Kamu  sudah tidak produktif lagi atau memutuskan untuk berhenti aktif bekerja di kemudian hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Kamu .

Saat mempersiapkan dana pensiun sebagai sumber modal masa depan Kamu , ada banyak hal yang bisa Kamu  lakukan. Menabung dengan hati-hati adalah langkah umum dalam mempersiapkan rencana pensiun. Langkah lain yang saat ini sangat populer dalam persiapan rencana pensiun adalah investasi. Secara skematis, Kamu  mungkin bisa berinvestasi dalam metode yang mirip dengan menabung. Kamu  dapat mengalokasikan dana setiap bulan yang akan diarahkan ke aset tetap Kamu . Selain meningkatkan jumlah provisi pensiun Kamu , Kamu  juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari persentase kenaikan aset tetap Kamu .

Kebutuhan masyarakat akan dana pensiun sendiri sudah menjadi kebutuhan. Saat ini, dana pensiun tidak terbatas pada pegawai negeri.

Bagi Kamu  yang bekerja secara pribadi, kini Kamu  juga bisa menikmatinya. Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pegawai swasta juga berhak atas pensiun. Dana ini biasanya disediakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Setiap pegawai diterima dalam program DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan).

Adapun setiap bulan, sebagian dari gaji karyawan perusahaan swasta digunakan untuk iuran program. Bisa dicek di payroll dan ada potongan untuk dana pensiun di luar BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan demikian Kamu  telah diterima dalam program DPLK. DPLK sendiri merupakan dana pensiun yang diselenggarakan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa bagi masyarakat umum, baik bagi pegawai maupun bagi pengusaha.

Trending:  JustForex Keuntungan Besar Dengan Deposit Cukup Rendah

Misalnya BNI dengan program Simponi, BRI dengan program DPLK, Bank Mandiri dengan program Dapen (Dana Pensiun). Selain itu, ada juga perusahaan asuransi dengan program DPLK seperti AXA, AIG Lippo dan AIA Indonesia.

Jenis Dana Pensiun di Indonesia

Menurut faktor dan fungsinya, dana pensiun dibedakan kepada 2 jenis. Kedua jenis dana pensiun ini tidak lepas dari lembaga atau badan yang menghimpun dan mengelolanya. Kamu  bisa mendapatkan keuntungan dan risiko yang berbeda jika jenis dana pensiun yang Kamu  ikuti tidak sama.

Jika Kamu  pensiunan PNS, jelas dana pensiun dikelola oleh PT. Taspen (Persero) tetapi bagaimana jika Kamu  seorang pekerja swasta atau mandiri? Tentu saja, Kamu  dapat terus memanfaatkan dana pensiun, tergantung pada program dan jenisnya. Dana pensiun itu sendiri bisa berfungsi sebagai asuransi, tabungan dan jaminan hari tua untuk Kamu  sebagai peserta.

Menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992, dana pensiun dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Jenis dana pensiun yang pertama adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan, atau disingkat DPLK. Apa itu DPLK? Yaitu dana pensiun yang dikelola oleh lembaga yang sifatnya bank dan perusahaan asuransi. Lembaga atau instansi tersebut mengelola dana pensiun perorangan baik pegawai maupun wiraswasta.

Dana pensiun dikelola melalui program pensiun iuran pasti dan bersifat sukarela. Siapapun dapat menjadi peserta dengan tenggat waktu yang diberikan sesuai dengan jumlah dana sesuai kesepakatan.

2. Dana Pensiun Pengusaha (DPPK)

Dana pensiun DPPK jenis ini merupakan program pensiun yang dilaksanakan oleh pemberi kerja atau perusahaan yang kemudian dibayarkan langsung kepada karyawan setelah mencapai usia pensiun. Keuntungan bagi karyawan adalah jaminan bahwa mereka akan menerima jaminan dana setelah pensiun dan bahwa mereka tidak akan menderita kerugian melalui investasi.

Selama ini, hanya pegawai yang bekerja di kantor BUMN saja yang bisa menerima dana pensiun DPPK ini, seperti Telekom, Astra, dan Pertamina. Sangat disayangkan sekarang ini belum semua perusahaan yang ada di Indonesia menerapkan kebijakan dana pensiun jenis DPPK ini.

 

Kelebihan dan kekurangan dana pensiun

Setiap dana pensiun tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah kekurangan dan kelebihan dari masing-masing jenis dana pensiun yang ada.

Trending:  8 Ide Usaha Rumahan Untuk Ibu Rumah Tangga Yang Punya Anak Kecil

1. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Keuntungan:

  • Siapapun bisa ambil bagian, baik karyawan perusahaan maupun wiraswasta seperti freelancer, pedagang dan lain-lain.
  • Besarnya dana bisa disesuaikan dengan kemampuan
  • Periode dapat dipilih sesuai kebutuhan

Kerugian:

  • Kemungkinan menanggung risiko investasi yang dikelola oleh lembaga atau badan penyelenggara.
  • Manfaat yang diperoleh mungkin tidak pasti karena akan dipengaruhi oleh hasil investasi yang dilakukan dalam dana tersebut.

 

2. Dana Pensiun Pengusaha (DPPK)

Keuntungan:

  • Karyawan mendapatkan kepastian jika dana pasti akan tersedia setelah pensiun.

Kekurangan:

  • Tidak semua karyawan bisa langsung menjadi peserta
  • Umumnya hanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan hal ini.

Itulah beberapa jenis dana pensiun di Indonesia. Memang keberadaan dana pensiun jenis ini akan memberikan alternatif bagi masyarakat yang dianggap paling menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhannya.

 

Sudahkah Kamu  mempersiapkan rencana pensiun Kamu ?

Nah, sekarang coba lihat dulu apakah Kamu  sudah memiliki tabungan/investasi atau tunjangan khusus untuk masa pensiun.

Berinvestasi di Indonesia sendiri menawarkan berbagai wahana investasi yang bisa Kamu  coba sebagai langkah persiapan dana obligasi. Berikut ini daftar beberapa sarana investasi yang bisa Kamu  pahami terlebih dahulu.

Jenis Investasi Untuk Dana Pensiun

1. Reksa dana

Sarana Investasi pertama yang harus dicoba ketika merencanakan dana pensiun adalah reksa dana. Reksa dana merupakan salah satu sarana investasi yang dapat memberikan imbal hasil yang baik. Selain itu, Kamu  juga dapat memilih jenis portofolio investasi apa yang Kamu  inginkan di reksa dana untuk mewujudkan rencana pensiun Kamu .

Kamu  juga tidak perlu khawatir dalam mengelola investasi reksa dana Kamu . Pengelolaan investasi Kamu  akan dilakukan oleh manajer investasi. Manajer investasi adalah badan administratif atau profesional yang bertugas mengelola aktivitas investasi Kamu . Dalam hal ini, ini adalah investasi reksa dana. Kehadiran peran sebagai manajer investasi ini menjadi salah satu kekuatan untuk menarik investor muda ketika merencanakan dana pensiun dengan investasi.

2. Deposito

Kelebihan dari deposito adalah deposito menawarkan pengembalian modal yang relatif stabil dibandingkan dengan sarana investasi lainnya. Meski demikian, imbal hasil yang bisa diraih tidak akan sebesar dengan instrumen investasi lainnya. Karena dana pensiun merupakan bagian dari rencana jangka panjang, menyusun rencana keuangan dengan deposito merupakan langkah yang relatif aman sehubungan dengan profil risiko. Deposito juga seperti menabung. Artinya, Kamu  tidak dapat menginvestasikan terlalu banyak modal dana pensiun setiap bulannya sehingga Kamu  tidak perlu khawatir bahwa investasi yang Kamu  lakukan saat mempersiapkan bekal pensiun Kamu  nantinya akan mempengaruhi kebutuhan Kamu  sehari-hari.

Trending:  Trading Forex Broker Dengan Deposit Rendah

3. Saham

Saham merupakan sarana investasi yang dapat Kamu  gunakan sebagai aset untuk tabungan pensiun Kamu. Saham merupakan sarana investasi yang menawarkan profil keuntungan yang relatif lebih besar dibandingkan sarana investasi lainnya. Namun, kemampuan untuk menghasilkan keuntungan besar juga disertai dengan risiko yang relatif tinggi. Bagi Kamu  yang ragu berinvestasi saham untuk masa pensiun, tidak perlu khawatir lagi karena semakin majunya teknologi memudahkan akses Kamu ke pasar saham, dan di pasar saham ini Kamu bisa mencari saham mana yang bisa Kamu beli yang sesuai dengan kondisi keuangan Kamu.

Selain itu, aturan yang mengatur kepemilikan saham berubah dari 500 saham menjadi hanya 100 saham. Meski begitu, Kamu  perlu menimbang dengan cermat sebelum membeli saham pertama Kamu  untuk keperluan pensiun. Kamu  dapat menggunakan jasa pialang saham atau stockbroker untuk mengelola saham Kamu  sendiri sekaligus mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang pengelolaan investasi saham untuk dana pensiun.

4. Obligasi

Selain saham, obligasi juga menjadi salah satu alternatif bentuk investasi untuk mempersiapkan bekal pensiun Kamu  mulai dari sekarang. Obligasi biasanya menawarkan pengembalian investasi yang sesuai dengan tingkat bunga yang disepakati di awal pembelian. Jadi dari modal yang Kamu  salurkan di awal investasi, Kamu  memiliki potensi keuntungan per tahun yang bisa diprediksi. Investasi obligasi juga memiliki istilah yang berbeda, yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Tapi jika tujuan kamu berinvestasi dalam obligasi itu untuk mempersiapkan pensiun Kamu, maka akan lebih menguntungkan jika Kamu memilih jenis Investasi Jangka Panjang.

Ingatlah bahwa tujuan utama berinvestasi adalah untuk membangun kekayaan dalam jangka waktu yang lama, misalnya 10 tahun, 20 tahun atau lebih. Jadi tidak perlu panik ketika berinvestasi pada salah satu instrumen tersebut diatas tiba-tiba kinerjanya  turun.

Selamat mencoba.